Kemana lagi mata ini harus memandang..???
Friday, July 13, 2007


Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab?
Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak
kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana saya harus
mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah
sampai kembali masuk rumah lagi.

Dan kamu tau? Di luar sana, kemana arah mata
memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak.
Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang,
mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.
Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan seutas
"Tank Top", noleh ke kiri pemandangan "Pinggul/udel
terbuka", menghindar kekanan ada sajian "Celana ketat
plus You Can See", balik ke belakang dihadang oleh
"Dada indah/montok menantang!"

Astaghfirullah... kemana lagi mata ini harus memandang?
Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya suka.
Kurang merangsang itu mah! Tapi sayang, saya tak ingin
hidup ini dibaluti oleh nafsu. Saya juga butuh hidup
dengan pemandangan yang membuat saya tenang.
Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata.
Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau
dipandang bikin sejuk di mata. Bukan paras yang
membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh
pikiran "ngeres" dan hatipun menjadi keras.

Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan
oleh laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi,
saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi.
Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untuk
menarik lelaki untuk menikmati "aset berharga" yang mereka
punya.

Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar
kata dasarnya adalah penuh daya tarik seks. Kalau ada
wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah
berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang
punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda
malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata
lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda adalah
objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap anda
melakukan lebih seksi, lebih... dan lebih lagi.

Dan anda tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang
lelaki? Yaitunya: anda bisa diajak untuk begini dan
begitu alias gampangan!

Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah
membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh
penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada mata
lelaki. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri
anda, apa itu dengan kata-kata yang nyeleneh,
pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan.

Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin anda
menjawabnya "lelaki" bukan? Oh betapa tersiksanya
menjadi seorang lelaki normal di jaman sekarang ini.
Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau
tidak ada yang jual. Simpel saja, orang pasti akan
beli kalau ada yang nawarin. Apalagi barang bagus itu
gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk
menerima. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan
penampilan seksi anda pada khalayak ramai, saya yakin
siapa yang melihat ingin mencicipinya.

Begitulah seharian tadi saya harus menahan penyiksaan
pada mata ini. Bukan pada hari ini saja, rata-rata
setiap harinya. Saya ingin protes, tapi mau protes ke
mana? Apakah saya harus menikmatinya...? tapi saya
sungguh takut dengan Zat yang memberi mata ini.
Bagaimana nanti saya mempertanggungjawabkan nanti?
sungguh dilema yang berkepanjangan dalam hidup saya.
Allah Taala telah berfirman: "Katakanlah kepada
laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan
pandangannya dan memelihara kemaluannya", yang
demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka
perbuat.

Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di
ruangan kecil ini, duduk di depan komputer menyerap
sekian juta elektron yang terpancar dari monitor, saya
hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata
saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tak
bisa pertanggungjawabkan nantinya di Akhirat.

Jadi tak salah juga bukan? kalau saya paling malas diajak ke mall,
jjs, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan
keseksian.
Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilema seperti
saya ini. Mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian
besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa.

Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan
semakin menyiksa kami sampai kami tak mampu lagi
memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk.
Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati
pemadangan yang anda tayangkan?

So, saudaraku muslimah berjilbablah ... karena itu sungguh nyaman,
tentram, anggun, cantik, mempesona dan tentunya sejuk dimata lelaki.

"Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya (pakaian) ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Al-Ahzab : 59]

"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya......." [QS. An-Nur : 31]

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

[Curahan hati seorang laki-lagi yg saya kutip dari sebuah situs...... Jadi maaf kalo ada kata-kata yg kurang berkenan....Semoga dapat membuka wacana kita semua, khusunya para muslimah..... Karena... Emansipasi wanita tidak dicapai dengan baju kekecilan, celana kesempitan dan puser keliatan...'tul kan sist???  ]


Close Quarters
Friday, June 29, 2007

Pernah merasakan berada dalam situasi terjepit???
Kondisi dimana kita harus mengambil keputusan cepat, dalam waktu yang sangat terbatas, dengan resiko yang semua pilihan sama besarnya.....
Rasanya bagaimana? Pasti bingung....binguuuunnggg.......
Saya menganalogikan seperti main catur... Saat raja kita di skak mat,...maju salah, mundur salah, kekanan salah, kekiri salah...diampun salah!!!
Ya begitulah rasanya......

Tapi, kurang tepat kalo situasi terjepit dianalogikan seperti skak mat dalam bermain catur. Karena, catur hanyalah sebuah permainan. Ketika salah satu kalah, ya sudah...selesai urusannya...
Karena, biasanya situasi terjepit turut mempertaruhkan banyak komponen kehidupan manusia. Contoh : nyawa, persahabatan, nama baik, kedudukan, hingga.....dien ini pun bisa jadi taruhannya........

Ingat dengan kisah para Sahabat Rasulullah???? Gak sedikit dari mereka yang pernah beada dalam situasi terjepit... Gak tanggung-tanggung, nyawa dan keluarga hingga dien ini jadi taruhannya.

Hikz.....sungguh.... berada dalam situasi terjepit itu sangat tidak enak......sungguh......

Ingatlah, bahwa situasi terjepit terjadi ketika salah dalam analisis keadaan sampai pada implementasi strategi.... Situasi terjepi adalah sebuah akibat, yang sebab-sebabnya (sebetulnya) masih bisa diikhtiarkan....
Maka....jangan sampai situasi terjepit kita rasakan saat tidak lagi punya kesempatan kedua. Jangan sampai situasi terjepit kita rasakan saat tidak ada lagi kesempatan memperbaiki kesalahan analisis dan strategi yang telah berlalu..... Dimana itu??? Ketika diri ini telah berpulang kehadapan-Nya....

[Lagi gak ada ide nulis.....tapi pengen nulis...... ]
Menjadikan Hidup Lebih Bermakna
Friday, May 4, 2007


Inspirated from : Da&Na


Semua orang tahu, bisa mengindra dan menilai, kapan manusia, hewan dan tumbuhan dikatakan hidup..dan kapan pula manusia, hewan dan tumbuhan dikatakan mati.

Yap, secara biologis...manusia, hewan dan tumbuhan dikatakan hidup ketika mereka masih membutuhkan suplai makanan, minuman, oksigen, bergerak (kecuali tumbuhan), berkembang biak. Hewan dan manusia juga sama2 sayang ma anaknya, sama2 butuh istirahat setelah seharian beraktivitas....

Secara sosiologis para makhluk hidup, khususnya hewan dan manusia juga berinteraksi dengan kelompoknya. Seperti manusia di pasar, di sekolah, di jalan,... Juga semut, gajah, kuda, ayam dan ikan yang mereka juga hidup berkelompok dan saling berinteraksi dengan jenisnya.

Nah, makhluk hidup dikatakan mati (tentunya) ketika kedua aspek tersebut tidak terpenuhi salah satu atau keduanya. Misale seseorang sakit parah sampai tidak dapat melakukan apa-apa, suplai makanan pun via infus makan, ...atau orang yang mengasingkan diri dari kehidupan umum keatas gunung, ke dalam gua atau ketengah hutan...juga dapat kita sebut ”mati” secara sosiologis walau secara biologis masih berjalan.

Nahhh...berarti sama dunkz antara hewan dan manusia kalo hanya dipandang dari sisi ”hidup” dan ”matinya” berdasarkan 2 aspek tadi....

Lantas bedanya dimana?... Mau tau...?? (nadanya kaya iklan provider berlambang angka itu..... hehehe....)

Yappp...bener banget!!

Hewan melakukan semuanya sesuka hati... Sedangkan manusia??? Ada yang sesuka hati, tapi ada juga yang diatur oleh Allah SWT.

Jadi, manusia = hewan, ketika menjalani hidupnya hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya saja.... Pasti sering donk liat perilaku kucing peliharaan kita yang sehari-hari kerjaannya cuma MTKBM.... alias Makan-Tidur-Kawin-Buang Air-Mainan sesuatu...

Manusia = hewan, jika mereka hidup bebas tanpa aturan.... Bak ayam jantan yang gak pandang buluh ketika sedang ingin melampiaskan hasrat seksualnya. Entah si betina ”ibunya”, ”saudara seibu-seayah-nya”, atau ”nemu” betina yang gak jelas asal usulnya di jalan..yah...langsung deh dia kawin......

Manusia = hewan, juga ketika hanya mempertuntutkan hawa nafsu saja dan melupakan aturan Allah SWT.... seperti nafsu terhadap harta dan tahta...tanpa memikirkan halal dan toyyib-nya apa-apa yang didapat... Yaa.. kurang lebih, seperti para penguasa dan pejabat bermental korup di negeri ini lah...

”Dan sesungguhnya kami jadikan isi neraka jahanam itu kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai qulub (akal) tetapi tidak digunakan untuk memahami (ayat-ayat) Allah, mereka mempunyai mata tetapi tidak digunakan untuk melihat (kebenaran dan kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang orang yang lalai”. [Al-A’raf : 179]

Apa maksud dari pernyataan Allah SWT itu??

Ternyata, manusia itu sesunggunya telah diberi panca indera oleh Allah SWT, tapi gak bermanfaat untuk dirinya... Kenapa? Karena panca indranya hanya dipakai untuk pemenuhan kebutuhan lahiriah saja, just like animals…  Jadi apa bedanya dengan hewan tadi? Malah (kata Allah lagi), manusia seperti itu lebih sesat dari binatang ternak...

Kenapa??

Ya karena hewan-hewan, termasuk ternak, Allah ciptakan agar bermanfaat bagi hidup manusia... Nah kalo manusia??? Diciptakan Allah untuk beribadah kepada-Nya, tapi tidak dilakukannya,....

Kembali.... manusia = hewan, ketika gak menggunakan akal, hati, penglihatan dan pendengaran untuk mempelajari Islam yang berasal dari Al-Qur’an dan As-Sunnah… Dan ketika diseru beriman kepada Islam, ia tidak mengindahkannya...

(Heloo...Syapa coba yang gak marah kalo kita disama2in dengan hewan??!!!! Ya pasti marah doonnkk....)

Tapi kenyataannya, sejahat2nya hewan...gak ada tuh yang tega membunuh anaknya sendiri.... Gak kaya manusia,...aborsi sepertinya dah jadi buadaya. Dan sebodoh2nya hewan, gak ada tuh yang mengidap penyimpangan seksual..... Gak kaya manusia yang bangga dengan homosex atau ”lesbiola”-nya... astaghfirullah hal’adziim...

So?????

Yuuk...kita jadikan akal dan hati untuk memahami kebenaran… Mata untuk mencari dan melihat kebenaran… Telinga untuk senantiasa mendengar kebenaran..........

Kebenaran adalah.......... Apa-apa yang datang dari Allah SWT…

“Kebenaran itu adalah dari Rabb-mu, sebab itu, jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu”. [Al-Baqarah : 147]

 Kebenaran adalah.......... Apa-apa yang terdapat didalam Islam…

“Siapa saja yang menjadikan selain Islam sebagai dien (agama, sistem hidup), niscaya ditolaklah apapun darinya dan ia diakhirat termasuk orang yang rugi”  [QS. Ali-Imran : 85]

 Allah SWT berfirman :

 “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia selain untuk beribadah kepada-Ku…”. [Az-Dzariyat : 56]

Kesimpulannya…manusia gak akan sama dengan hewan ketika mendedikasikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah SWT… Dan derajat manusia tentunya akan melambung tinggi dengan taatnya ia dengan aturan-aturan Allah SWT….

Ibadah adalah.......Taat kepada Allah…Tunduk dan patuh kepada-Nya…Terikat dengan aturan agama yang disyariatkan-Nya dalam segala aspek kehidupan…. (Aqidah, ibadah maghdhah, sosial, ekonomi, pendidikan dan budaya).

Why??

Karena... manusia makan, hewan juga makan...hanya saja, manusia hanya mau makan makanan yang halal lan toyyib sesuai ketentuan Allah SWT.

Manusia berkembang biak, hewan juga berkembang biak....hanya saja, manusia harus menikah dulu dengan tata cara yang telah diatur Allah SWT.

Manusia hidup bersama dalam kelompok, begitu juga hewan....hanya saja, manusia punya aturan yang menjadi standart baik-buruk nya suatu perbuatan, yaitu aturan Allah SWT, gak kaya hewan yang hidup dengan ”hukum rimba”nya, siapa kuat dia yang menang...

 
Jadi...para pembaca sekalian...yang dari tadi..subhanallah...rela baca tulisan saya sampai dipenghujung artikel ini....   Mari..kita azzamkan dalam diri kita bahwa...

Hidupku Untuk Ibadah


Hanya dengan ini, hidup jadi punya makna....Insya Allah.......


 

Nb. Moga bermanfaat... Maaf...kalo ada kata2 yang gak berkenan...silahkan dikomentari, dikoreksi, ditambahin...monggo.... Lagi pengen nulis nih...dan seketika inspirasi datang dari 2 orang soulmate-qyu...Da&Na... Jazakallah ukh....

Bu Bejo
Monday, April 23, 2007
Alhamdulillah...hari itu, sampai juga dipenghujung amanah. Setelah seminggu coba mencari rejeki, tibalah saat tuk mengakhiri. Amanah satu selesai, amanah lain menanti... Semua sama-sama amanah, semua sama-sama harus dilaksanakan, karena semua sama-sama kan dimintai pertanggungjawaban..(hiiyy...)

"Mari silahkan, kita ketemu pimpinan dulu saja ya....", kata bu Is ramah. Bu Is... Wanita setengah baya yang selalu murah senyum dan penuh dengan kepolosan.

Kami tiba diruang itu lagi, ruang pusat informasi. Ada 4 komputer disana, dan ada 3 pria berseragam dan 1 wanita (yang juga berseragam) sedang serius didepan komputernya masing-masing. Udara sejuk dari pendingin ruangan menerpa wajahku yang berkeringat. Wahh..segarnya....

"Bu... Bu....", panggil bu Is kepada satu-satunya wanita diruang itu. No respone.
"Bu!!", teriaknya. Wanita itu pun menoleh.
"Ya?", jawabnya. Wajah hitam manis yang tertutupi kulit keriput itu menatap aku, Live dan Bu Is. Ia mengerutkan dahi. Menatap kami beberapa saat. 

"Ini Bu... yang akan mendampingi kita....", kata bu Is lagi, sambil memperkenalkan aku dan Live kepada wanita tersebut.

"Ooo....iya....iya...mari... silahkan duduk....", wajah wanita itu berubah ramah ketika menatap kami berdua. Dengan cekatan, ia menarik 3 kursi. Untuknya, aku dan Live. 3 orang pria diruang itu lantas mengalihkan perhatiannya kepada kami. Penampilan wanita...ehmm....mungkin lebih tepat disebut "nenek" itu...,..yaa.. sedikit semrawut untuk "ukuran" pegawai suatu instansi (menurutku). Terkesan kuno juga. Krudungnya pun gak rapi. Beberapa helai rambut berwarna putih kluar dari sela krudungnya. Ada satu kancing kemeja yang terlewat dikancingi.... Duh... Duh....batinku.

"Perkenalkan.... saya Bu Bejo....", ujarnya ramah sambil mengulurkan tangan kepada kami berdua. Lalu ia mengeluarkan 2 lembar kertas HVS yang sudah penuh dengan tulisan tangan.
"Alhamdulillah... mbak dan masnya sudah ada disini...", ia mulai membuka pembicaraan.
"Ada beberapa permasalahan yang kami hadapi, terkait dengan koneksi di gedung ini, hingga kami memohon... supaya mas dan mbak bisa membantu kami dalam memberi solusi....". Tanpa basa-basi wanita itu langsung nyerocos....

Bu Bejo. Aku perkirakan, umurnya kira-kira 65-70 tahun (kalau dari penampilan luar... ), kebayang gak..?! Tapi, mana mungkin PNS umur segitu belum pensiun?? Pikirku lagi. Spellingnya sudah tidak begitu jelas. Suaranya juga pelan, tapi tegas. Kalau beliau ngomong, harus diperhatikan betul kata-perkata yang diucapkan, karena spelling yang mblawur... Kacamatanya lumayan tebal, dan terus melorot ke hidung. Wajahnya menggambarkan betapa banyak hal-hal yang memenuhi pikirannya... Tapi... seakan nothing to lose aja....Mmm....

Bu Bejo terus cuap-cuap.... Ketika omongannya dipotong oleh Live, dia berkata.. "Sebentar mas, saya selesaikan dulu...".

Mo tau apa aja yang dikatakannya???

Ia menumpahkan semua uneg-uneg dan permasalahan tentang koneksi jaringan di gedung itu pada kami berdua dengan berbekal 2 lembar HVS tadi sebagai kerangka bicaranya.
Kata-kata "Sharing data", "Intranet", "IP Address", "Web Site", "Chatting Intranet", "Web Site Intranet", "Blog", "Akses Data", "Upload", "LAN", dan maaasssiiiihhh banyak lagi meluncur mulus dari bibir tuanya.
BIG WOW!!! VERY-VERY-VERY BIG WOW!!! Batinku.... berdecak super kaguummm....
Siapa sangka, Bu Bejo adalah "Pimpinan", yang dimaksud oleh Bu Is tadi. Ia adalah Kepala Badan Pelayanan Kesehatan yang punya ide untuk mengintegrasikan seluruh jaringan lokal di Gedung milik Pemerintah itu! The Big Case yang harus dipecahkan cukup aneh.. Bisa akses internet, tapi gak bisa untuk komunikasi intranet...."Kenapa bisa begitu ya???", tanyanya. "Saya maunya bisa akses intranet maupun Internet....", sambungnya lagi.
 
Awalnya aku masih gak ngeh, dan antara percaya gak percaya mendengar "curhat" Bu Bejo yang penuh dengan kosa kata dunia computer networking. Ya eyalaahh... Nenek tua yang menurutku sudah pantas untuk duduk manis dirumah, menimang cucu dan menghabiskan hari tua dengan penuh damai itu, masih sempet-sempetnya ngurusin problem jaringan!! Heloo...
Sedangkan banyak staf beliau yang umurnya 10-15 tahun lebih muda (yang akhirnya ikut memperhatikan "presentasi" beliau kepada kami), kliatan gak dong apa-apa mengenai hal yang sedang dibicarakan!!! Gubrakz..

Ada satu lagi yang bikin aku semakin kagum dengan Bu Bejo... Mo tau??? Beliau membuat sendiri Sistem Informasi Kesehatan berbasis WEB untuk dapat diakses lokal disana... Subhanallahu Allahu Akbar....... Tapi dia gak ngerti cara uploadnya, dan beliau minta bantuan kita agar SI tersebut bisa diakses oleh seluruh pegawai di gedung itu.

Kata pak Anwar, salah satu pria di ruangan itu sambil berbisik kepadaku.....
"Bu Bejo memang gitu mbak... bicaranya agak gak jelas, sulit dimengerti, pendengarannya juga sangat kurang... Tapi bacaannya buku-buku programming semua... Dari C++, WEB Design, Pascal, VB....", WAKS! Aku tercengang.....

Sepanjang aku dan Live bekerja dengan bu Bejo, memang harus sedikit mengeraskan volume suara ketika bicara. Tapi Live...sepertinya gak bisa....

"Yang keras mas... ", kata para staf disana. Live mengeraskan volume suaranya. Tapi tetap saja masih pelan menurutku.
"Aku gak bisa....", kata Live lirih kepadaku. "Aku gak bisa kalo disuruh ngomong keras....apalagi sama nenek-nenek....", kata Live lagi...
"Iya, tapi dia gak denger apa yang kamu omongin Live....", ujarku.
"Iya....Aku tahu! Tapi tetep aja gak bisa......", kata Live sambil nyengir....

Subhanallah... ternyata benar kata Allah :
"Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu di antara kalian" (QS. Al-Mujadalah: 11)

Juga sabda Rasul saw :
"Tuntutlah ilmu semenjak dari ayunan sampai ke liang lahat" (HR.Bukhari).

Semoga jadi penyemangat kita tuk terus menuntut ilmu dunia dan akhirat tentunya.....

[Live from Health Departement of Yk]


Takut Kepada Allah
Sunday, April 22, 2007
Ummul Mukminin Aisyah ra. pernah menuturkan, bahwa apabila langit mendung, awan menghitam dan angin kencang, wajah baginda Nabi saw, yang biasanya memancarkan cahaya akan terlihat pucat pasi karena takut kepada Allah. Beliau keluar dan masuk ke masjid dalam keadaan gelisah seraya berdoa (yang artinya)...
 
"Ya Allah... aku berlindng kepada-Mu dari keburuka hujan dan angin ini, dari keburukan apa saja yang dikandungnya dan keburukan apa saja yang dibawanya."

Aisyah ra. bertanya, "Ya Rasulullah, apabila langit mendung semua orang merasa gembira karena pertanda hujan akan turun. Namun mengapa engkau tampak ketakutan?".

Nabi saw. menjawab, "Aisyah, bagaimana aku dapat meyakini bahwa awan hitam dan angin kencang itu tidak akan mendatangkan azab Allah? Kaum 'Ad telah dibinasakan oleh angin topan. Saat awan mendung, mereka bergembira karena mengira hujan akan turun, padahal Allah kemudia mendatangkan azab atas mereka." (HR. Muslim dan at-Tirmidzi)

*****

Subhanallah! Kita sepantasnya takjub dengan rasa takut Rasulullah saw. kepada Allah. Bayangkan, Rasul adalah kekasih-Nya, penghulu ahli surga. Namun, rasa takut kepada Allah sering meyelinap dalam batin Beliau disaat-saat angin mendung dan angin kencang.

Anehnya, banyak manusia yang tidak pernah mendapat jaminan masuk surga, seolah tidak pernah takut dengan azab-Nya. Rasa takut ini pula yang saat ini tidak dimiliki oleh bangsa ini, terutama para pemimpinnya. Berbagai bencana telah mengharu-biru bangsa ini; mulai dari tanah longsor, kebakaran hutan, gempa bumi, banjir lumpur panas, banjir bandang, wabah penyakit flu burung, hingga berbagai kecelakaan alat transportasi. Namun sedikitpun rasa takut kepada Allah itu, tidak pernah terbersit dalam hati. Semua bencana itu dianggap hal biasa; sekedar sejenak membuat duka-lara, lalu kemudia segera lewat begitu saja. Alih-alih ingat akan dosa-dosa dan segera bertaubat kepada sang Pencipta, bangsa ini dan para pemimpinnya seperti sudah "kebal" dengan rasa takut kepada-Nya. Meski bencana datang silih berganti, hutan tetap digunduli; alam tetap dieksploitasi; pengrusakan lingkungan dilakukan gencar tanpa henti.

Di sisi lain berbagai kemaksiatan tetap berjalan seperti biasa. Tak tampak kesungguhan penguasa untuk memberantasnya. Korupsi tetap tak terkendali. Gaji pejabat terus meninggi. Padahal derita dan kemiskinan rakyat makin mengiris hati. Sebagian dari mereka bahkan terpaksa makan nasi basi setiap hari. Sementara itu, pornografi-pornoaksi makin menjadi-jadi. Pelacuran tetap dilindungi. Kekayaan rakyat terus diserahkan kepada pihak asing untuk dikuasai, melalui program 'keren' bernama privatisasi. SDA diangkut keluar negeri. Rakyat hanya bisa 'gigit jari', dan mereka tetap terdzalimi.

Seperti tak mau belajar, bangsa dan pemimpin negeri ini tetap enjoy berkubang dalam sistem Kapilatisme-sekuler. Ideologi dari sistem kufur ini tetap menjadi panutan, meski sudah terbukti menjadi biang kenestapaan. Sebaliknya, ideologi dan Sistem Islam terus dicampakkan. Hukum-hukum Allah masih "dikeranjangsampahkan".

*****

Rasulullah saw dan para Sahabat adalah orang-orang yang paling takut kepada Allah. Padahal mereka telah dijamin masuk ke dalam surga-Nya. Demikian pula para tabi'in dan generasi sesudah mereka. Kebanyakan mereka adalah generasi yang mengisi hari-harinya dengan amal-ibadah; malam-malamnya diisi dengan dzikir, tilawah Al-Qur'an dan qiyamul lail; siang sering diisi dengan shaum sembari tetap mencari nafkah, berdakwah bahkan berjihad (berperang) di jalan Allah.

Mereka takut kepada Allah bukan karena kemaksiatan yang mereka lakukan (karena mereka bukan tipe tukang maksiat), atau karena kewajiban yang mereka tinggalkan (karena mereka bukan kaum yang suka melalaikan kewajiban). Namun, rasa takut kepada Allah sering hanya karena mereka merasa kurang  dalam melakukan ibadah sunnah (padahal merekalah ahlinya), atau dalam bersedekah (padahal merekalah yang paling pemurah), atau dalam meninggalkankan hal-hal yang mubah (padahal merekalah yang paling sering meninggalkan hal-hal yang mubah, yang mereka pandang tak membawa berkah).

Rasul saw. pernah tidur gelisah sepanjang malam hanya karena siangnya memakan sebutir kurma dirumahnya, yang beliau khawatirkan merupakan kiriman dari orang untuk disedekahkan kepada fakir miskin. Abu Bakar ra. pernah memuntahkan kembali makanan yang pernah dimakannya, karena ia tahu bahwa makanan itu pemberian seorang paranormal. Umar ra. pernah menolak keinginan istrinya untuk menimbang minyak kesturi dari Bahrain yang diperuntukkan bagi kaum muslimin hanya karena takut istrinya kecipratan minyak tersebut. Soalnya, ia khawatir mendapatkan hak yang lebih dibandingkan dengan yang seharusnya diterima oleh kaum muslim lain. Abu Thalhah pernah mewakafkan kebunnya hanya karena ia pernah mengingatnya ketika shalat. Imam Abu Hanifah pernah menolak berkali-kali tawaran khalifah al-Manshur untuk menduduki jabatan hakim agung hanya karena khawatir tidak berlaku adil dalam memutuskan. Padahal saat itu tidak ada ulama yang paling mampu berijtihad dan paling wara' (berhati-hati) selain dirinya. Imam al-Ghazali konon pernah menangis hanya karena ketiduran hingga ketinggalan satu kali menunaikan shalat malam. Imam Izzuddin bin Abdissalam pernah menyusuri berbagai wilayah yang jauh hingga ke kampung-kampung hanya karena khawatir orang-orang mengamalkan fatwanya, yang di kemudian hari ia sadari kurang kuat dasar pendalilannya. Demikianlah orang-orang salih semacam ini, yang memiliki rasa takut yang sangat tinggi kepada Allah, amat banyak jumlahnya pada masa Sahabat, tabi'in dan tabi'at-tabi'in.

Bagaimana dengan generasi muda saat ini? Jangankan atas ibadah sunnah yang ditinggalkan, atau atas perbuatan makruh yang dikerjakan, bahkan atas berbagai kewajiban yang ditinggalkan dan ragam kemaksiatan yang dilakukan, mereka seolah tidak takut akan balasannya yang keras dari Allah Swt. Penguasa tetap menerapkan hukum-hukum kufur. Para ulama pun terkesan enggan mendorong mereka untuk menerapkan syariat-Nya yang luhur. Akibatnya negeri ini pun makin hancur. Astaghfirullah....

(Dikutip dari majalah Al-Wa'ie edisi Maret 2007)

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Artikel fav saya nih... Duh, mbacanya seperti tersindir habis-habisan, tertampar mati-matian..... Malu sama Allah, malu sama diri sendiri..... Maluuu......(Hikzz.... Ya Allah..... ). Artikel ini juga menjadi penyemangat saya ngaji... Moga, jadi penyemangat para pembaca juga ya... Gak boleh cepat puas dengan apa yang udah didapat. Karena sesungguhnya itu masih sedikitt..sekali.....

Oiya, sekalian promosi, kalo ada yang berminat membeli majalah Al-Wa'ie, silahkan pesan ke saya. Terbitnya bulanan. Harganya Rp. 5.500. Moga bermanfaat.....
Laptop Mode Water Proof
Sunday, April 22, 2007
Siang bolong tadi saya ngalamin kejadian mendebarkan yang seumur hidup baru kali ini terjadi tepat didepan mata....
"Fathonah" ketumpahan segelas besar air putih tepat diatas keyboardnya.....!!!

Gara2 naruh gelas pas banged disebelahnya dan gak sengaja gelas pun tersenggol... (Entah oleh siapa... Karena di ruangan itu lumayan heboh dan kejadiannya begitu cepat...) Byurrrr.... keyboard pun basah kuyub, pelan tapi pasti air pun masuk melalui selanya... Waaa.... Kita langsung pada heboh. Fathonah pun segera diangkat dan diposisikan terbalik, air lalu kluar dari sela2 keyboard lagi... Krucuk..Krucuk...Krucuk....

Siboek nyari hairdryer ma anak2 se-kost-an, ternyata gak ada yang punya!!! Adanya juga kipas angin.... Akhirnya kipas angin segede tampah pun digotong sebagai pengganti hairdryer.

"Duh...Gimana ini?!! ", kata sang pemilik.

Entah mengapa, kita sama2 punya pemikiran untuk ngeringin  bagian dalem Fathonah dengan cara membiarkannya tetap menyala .
Analisinya : Kalo menyala, maka bagian dalem akan panas. Kalo dalamnya panas, maka air disela-selanya akan menguap.... (??!!@#$#@)
Lalu, selang berapa saat, Fathonah pun mulai nge-hang (sedari tadi masih nyala...). Kursor gak gerak, keyboard gak berfungsi....Hikzzz........

Muncul ide dari sang pemilik untuk menghubungi beberapa teman yang sepertinya ngerti cara penanganan kasus seperti ini.... SMS pun dikirim ke beberapa orang.... Gak lama, SMS balasan pun diterima, dan ternyata isi dari SMS2 itu kurang lebih sama..!! Yaitu :

"SEGERA MATIKAN LAPTOP!! LEPASKAN BATERAI! JANGAN SAMPA ADA ALIRAN LISTRIK MASUK!! KERINGKAN DENGAN HAIRDYER!! JANGAN DINYALAKAN SEBELUM YAKIN DALAMNYA SUDAH KERING!!" (Gubrakz!!)

Solusi dari mereka malah terbalik 180 derajat dari apa yang dah dilakukan!!! Jadi makin panik.... Secepat kilat kita lakukan apa yang diperintahkan oleh mereka....

Untunglah ending dari ini semua, ada seorang teman yang dengan senang hari mau ngecek "dalemnya" Fathonah...."Sini...saya cek aja", katanya via telpon. Alhamdulillah....

Gara2 kasus ini, saya jadi kepikiran seandainya aja ada yang punya inovasi membuat laptop mode water proof.  At least bagian keyboard dibuat tanpa cela agar air gak bisa masuk. Jadi, walow dipakai dibawah rintik hujan sekalipun, gak masalah....hee....

Kata tetangga kamar :

"Mungkin aja tuh... Jam mode water proof aja ada... Laptop mode water proof juga bukan sesuatu  yang mustahil diciptakan....". Mmm.. masuk akal...
I.P.D.N ?!
Friday, April 13, 2007
Obrolan Ibu-Ibu tentang IPDN

Suatu sore di sebuah kampung di bilangan Jatinegara, sekelompok ibu-ibu berkerumun sedang belanja sayur sambil ngobrol seru, nampak wajah mereka sangat serius. Asyik sekali.. pikir saya pasti sedang ngegosipin artis sinetron. Namun dilihat dari raut mukanya tampaknya mereka kesal sekali, diam-diam saya mendekat bukan maksud mau nguping tetapi penasaran aja dengan tema yang sedang dibicarakan. Ooh.. aku baru tau nampaknya mereka sedang ngobrolin tayangan berita sebuah
stasiun TV tentang kasus penganiayaan di IPDN. Berikut sedikit petikan pembicaraan yang seru dan meledak-ledak dari para "pengamat berita" ini....

"Tuh kan apa saya bilang... IPDN itu, Institut Penganiayaan Dalam Negeri... ! Masak anak orang dihabisin hanya gara-gara telat datang ke acara yang nggak jelas, dasar gak tau diri!".
"Bukan Nyak, tapi IPDN itu, Institut Pembantaian Dalam Negeri..!", sahut ibu penjual sayur tak mau kalah.
"Kalo nurut saya sih masih jadi pelajar aja kayak gitu ntar kalo udah jadi pejabat pasti jadi diktator, makanya IPDN itu, Institut Pengkaderan Diktator Negara..!", seru ibu yang sedari tadi bolak balikin sayur bayam.
"Betul juga jeng Neni, tapi saya paling gak suka sama kelakuan mereka yang suka maen keroyok
kalo berani kenapa gak satu lawan satu tuh kayak di pilem koboy makanya dinamain aja IPDN, Institut Paling Demen Ngeroyok..!! ", seru ibu gendut itu gemas sambil membanting labu siam diantara sayur yang makin berserakan.
"Iya betul tuh sekalian aja dinamain IPDN, Ikatan Praja Doyan Nonjok ...!", sambar bu RT sambil bersungut-sungut. "IPDN, Injak Pukul Dorong Nah ... mati..!!, celetuk ibubertubuh kerempeng itu sambil praktekkan gaya silatnya.
"Inginnya Pendidikan, Dapetnya Nisan... nah itulah IPDN... kasihan orang tua yang udah susah payah kirim anaknya kesana pulang-pulang bikin batu nisan... !!", tukas bu Neni makin kesal.
"Yang kayak gini neh, pasti kerjaan para pejabat yang gak punya tanggung jawab dan wawasan
kebangsaan, mestinya kan mereka sebagai pengontrol dan pengawas tetapi kenapa korban udah berjatuhan kayak gini kok didiemiin aja dari dulu, kayaknya sih sengaja biar budaya pejabat junior harus
takut dengan senior tetap hidup, kan ntar gampang diajak kongkalikong kali ya? namanya juga IPDN, Ideologi Pejabat Durjana Negara", sahut ibu setengah baya berkerudung itu.
"Yah IPDN, Inilah Pendidikan Dalam Negeri kita.. pantas aja korupsi gak habis-habis, wong mentalnya aja udah kayak mafia. Tiba-tiba nenek tua yang sedari tadi diam saja tergopoh-gopoh keluar dari kerumunan menuju kearah rumah bu RT, sambil iseng saya pun bertanya,
"Nek, kalo menurut nenek IPDN itu apa ?". Nenek itu melotot kesal kearahku sambil berteriak, "Ingin Pipis Dulu Nak ...!!". Ups..! wajahku memerah sambil nyengir saya ngaciir....

--- dapet dari temen SMA ---

Ternyata, gak hanya biaya pendidikan yang makin melangit... Tapi, resiko "resiko" ketika menempuh pendidikan juga makin rumit. Memang, gak semua sekolah kaya IPDN "gitu", tapi tetap saja, diakui atau tidak, Sistem Pendidikan kita BELUM MAMPU menghasilkan output SDM yang dapat membuat bangsa ini BANGKIT!
Assalamu'alaikum semua...
Monday, April 2, 2007
Alhamdulillah,  dapet tempat baru buat nampung isi kepala, hati dan opini sesuka hati... yang kemaren....rasanya koq kurang sreg.... Moga bermanfaat.....