aku menertawai sekaligus memakimu atas kemenangan yang kau anggap telah kau dekap atas secuil kepuasan yang kau cicipi dalam persembunyianmu atas ketidakmautauanmu akan bius yang kutawarkan atas kecintaanmu yang begitu besar pada dirimu sendiri aku menertawai sekaligus memaki diriku sendiri yang sujud pada ketidakberdayaan, tunduk pada kenaifan, patuh pada ketakutan aku menyangkal teriakan akal sehat (emang punya?) menolak seretan kaki yang mengajak berlari dari tempurungku menampik uluran tangan yang berhasrat merangkul dan mempertemukanku dengan imaji yang telah musnah, membaur diantara kepulan asap dari tembakau yang kuhisap aku menertawai sekaligus memaki diriku sendiri meringkuk dan terlelap dalam resah menciut dan membusuk bersama kesendirian terkapar dan membeku, sekarat dalam pengabdian pengabdian yang senantiasa kugembar-gemborkan di luar sana sebagai ketidakmampuan untuk berlari seorang diri, berpijak di tanah yang dituju pengabdian yang kujadikan cadar penyamaran akan ciutnya nyaliku aku menertawai sekaligus memaki diriku sendiri yang terlalu angkuh untuk mengakui aku sakit... butuh ramuan penawar... sembuhkan aku... jika saja tidak terlanjur terperangkap barangkali masih cukup berani kukirim pesan untukmu serupa surat yang dikirim Che pada kekasihnya "Aku tahu aku mencintaimu dan sangat mencintaimu Tetapi aku tidak bisa mengorbankan kebebasanku untukmu: Ini berarti mengorbankan diriku, dan aku adalah hal penting di dunia ini" namun tidak! aku takut.... membayangkannya saja aku sudah gemetar sudah selayaknya kau merasa cukup nyaman dengan aku yang selalu terganggu oleh kesenanganmu seraya memata-mataimu penuh curiga mungkin aku masih menjilat kakimu berlindung di balik ketiakmu menjadi salah satu hiasan tahtamu saat ini............
tapi ingat!
kalau benar adanya kau cukup peduli, seperti yang kerap kau katakan padaku sebaiknya persiapkan dirimu jika nanti aku memilih untuk diam tak terganggu olehmu akan kujejali telingaku dengan lumpur hingga tak kudengar lagi gumam yang memuakkan darimu akan kuhujamkan belati ke kedua bola mataku hingga tak kulihat lagi binar birahimu aku akan berhenti mengemis sentuhanmu aku akan enggan memohon dekapanmu dan perlahan aroma busukku akan menghilang aku berjanji hari itu akan datang dan kuyakinkan itu akan sangat menyakitkan!!**
the only thing caused the misery of my journey in this world is
my disability of making the right decision
my disability of taking chance and chances
my disability of making change and changes (which actually i could)
i'm just too lazy to catch i all
i'm just too unbrained to made it all happen (not like you, Mr. Brainy!)
until it's gone, vanish, dissapear
It's undeniable that every minute in your life you met people who made you lose your temper Men abusively seducing women (as always) Wealthy spoiled good looking women whining all the time (feels like explosion inside my ear) Is it just me precisely needed an anger management, or is it flared you up as well?
It's me, it's my journey, and it's still...
this page contains ridiculous thoughts, embarrassing experiences, daily routine bored activities, original sketches with some silly comment added.